Puluhan Kader PMII Rembang Kepung DPRD, Desak Reformasi Polri dan Tuntut Keadilan atas Tragedi Berdarah

 

REMBANG, Media Edy Macan – Suasana di depan Gedung DPRD Kabupaten Rembang berubah menjadi lautan atribut pergerakan pada Jumat (27/2/2026) sore. Puluhan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Rembang menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes atas dugaan kekerasan sistemik yang dilakukan aparat Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Aksi tersebut dipicu oleh tewasnya seorang warga sipil, Arianto Tawakal, dalam insiden berdarah yang diduga melibatkan oknum aparat penegak hukum. Massa yang didominasi mahasiswa dan alumni PMII menyuarakan keprihatinan atas dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di tubuh institusi kepolisian.

Dalam orasinya, koordinator aksi menegaskan bahwa gerakan tersebut lahir dari keprihatinan terhadap penegakan hukum yang dinilai belum menghadirkan rasa keadilan bagi masyarakat.

“Kami berangkat dari kesadaran akan pentingnya penegakan keadilan sosial dan nilai-nilai kemanusiaan. Tidak boleh ada aparat yang kebal hukum,” ujar orator di hadapan massa aksi.

Dalam pernyataan sikapnya, PMII Rembang menyampaikan lima tuntutan utama, yakni:

  1. Mendesak pengusutan tuntas secara transparan dan independen atas kematian Arianto Tawakal, serta proses hukum pidana umum bagi pihak yang terlibat.

  2. Meminta pertanggungjawaban pimpinan Polri atas insiden yang terjadi.

  3. Mendorong pembukaan dan penyelesaian kasus-kasus kekerasan terhadap warga sipil yang dinilai belum tuntas.

  4. Mendesak evaluasi dan reformasi menyeluruh di tubuh Polri guna mencegah terulangnya peristiwa serupa.

  5. Menuntut jaminan perlindungan HAM serta penghentian segala bentuk kriminalisasi terhadap masyarakat.

Aksi berlangsung dengan pengamanan dari aparat gabungan Polres Rembang, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan. Situasi terpantau kondusif berkat komunikasi antara koordinator lapangan dan pihak keamanan.

Perwakilan DPRD Rembang turut menemui massa untuk menerima aspirasi. Salah satu anggota dewan, Ridwan, hadir dan menyampaikan apresiasi atas penyampaian aspirasi yang berlangsung tertib.

Sementara itu, Kapolres Rembang AKBP Faisal Pratama juga turun langsung menemui mahasiswa dan memberikan tanggapan atas tuntutan yang disampaikan. Ia menyatakan bahwa pembenahan internal terus dilakukan, termasuk peningkatan transparansi pelayanan.

Menjelang waktu berbuka puasa, suasana aksi berubah menjadi lebih hangat. Kegiatan ditutup dengan pembagian takjil secara simbolis kepada masyarakat dan aparat yang bertugas. Aksi berakhir dengan tertib dan damai.

Redaksi: Zainuri
Editor: Mnd

0/Post a Comment/Comments

Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Bisnis Anda
Logo Karya Tenda Logo Partner Baru Logo Imparsial News