PROBOLINGGO Media Edy Macan – Intensitas hujan ekstrem yang mengguyur Kabupaten Probolinggo pada Sabtu (21/2/2026) memicu banjir luapan di sejumlah kecamatan, melumpuhkan akses jalan utama, dan mengepung pemukiman warga. Merespons situasi darurat tersebut, Polres Probolinggo langsung menerjunkan personel gabungan ke titik-titik krisis untuk melakukan evakuasi dan pengamanan jalur. Operasi ini bukan sekadar bantuan teknis, melainkan langkah represif untuk meminimalisir dampak kerugian materiil dan mencegah jatuhnya korban jiwa.
Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif, melalui Kabag Ops Kompol Dugel, memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran untuk membuang jauh-jauh sikap birokratis dalam penanganan bencana. Personel diinstruksikan untuk bertindak proaktif tanpa harus menunggu perintah berjenjang jika melihat warga dalam kondisi terancam. "Kehadiran Polri harus dirasakan secara instan. Prioritas utama adalah kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. Jangan ragu dalam mengambil keputusan di lapangan demi keselamatan nyawa," tegas Kompol Dugel.
Dalam operasi ini, Polres Probolinggo mengedepankan sinergi lintas sektoral bersama TNI dan Pemerintah Daerah guna memastikan evakuasi berjalan sistematis. Kompol Dugel menekankan pentingnya respons cepat yang terukur, di mana setiap personel wajib mematuhi Standard Operating Procedure (SOP) penanganan bencana namun tetap mengedepankan sisi humanis. Komunikasi intensif melalui jaringan radio (HT) menjadi urat nadi untuk melaporkan perkembangan debit air secara real-time dari setiap kelurahan yang terdampak.
Langkah preventif juga diperketat di sepanjang jalan protokol yang terendam air guna menghindari kendaraan terjebak dalam arus atau lubang jalan yang tidak terlihat. Penjagaan di titik-titik krusial ini merupakan solusi konkret untuk menjaga stabilitas mobilitas logistik dan warga di tengah kepungan banjir. Polisi tidak hanya hadir sebagai pengatur lalu lintas, tetapi juga sebagai garda terdepan yang menjamin bahwa distribusi bantuan dan akses medis tetap terbuka bagi warga yang terisolasi.
Implementasi semangat "Berkah" (Bekerja, Ikhlas, dan Amanah) menjadi ruh dalam penugasan darurat ini. Polres Probolinggo menegaskan bahwa tanggung jawab keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tidak pernah lepas meski di tengah terjangan bencana alam. Upaya pemulihan pasca-banjir pun telah dirancang dengan melibatkan seluruh instansi terkait untuk memastikan wilayah terdampak dapat segera kembali berfungsi normal.
Ketegasan dan kesigapan aparat di lapangan menjadi pesan kuat bahwa keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Di bawah guyuran hujan, koordinasi yang solid dan aksi tanpa pamrih personel di lapangan membuktikan bahwa profesionalitas Polri tetap tegak lurus pada kepentingan kemanusiaan.
Redaksi: Syl
Editor: bIe
Posting Komentar