LAMONGAN, Media Edy Macan – Suasana khidmat menyelimuti Desa Kebalan Kulon, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, pada Sabtu (14/02/2026). Ribuan warga berkumpul mengikuti rangkaian acara Gema Sholawat Ishari dalam rangka Haul ke-33 serta Kirim Doa Akbar bagi para leluhur desa, yakni Mbah Buyut Hadirogo (Sayyid Syekh Kamaluddin) dan Syekh Ahmad Mardani.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi seremoni keagamaan, tetapi juga dirangkaikan dengan Ruwat Desa dan doa bersama untuk seluruh ahli kubur warga Desa Kebalan Kulon.
Acara semakin istimewa dengan kehadiran DR. KH. Darmawan, S.HI., M.HI., pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikmah, Kembangbau, Lamongan. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya menjaga sanad keilmuan serta menghormati perjuangan para penyiar Islam terdahulu di tanah Lamongan.
Menurutnya, tradisi haul dan kirim doa merupakan bentuk penghargaan terhadap jasa para leluhur sekaligus momentum memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat.
Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya
Selain sebagai bentuk ibadah, kegiatan Ruwat Desa memiliki makna mendalam bagi masyarakat setempat, antara lain:
-
Rasa syukur, sebagai ungkapan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan berkah dan hasil bumi.
-
Keselamatan warga, melalui doa bersama demi keselamatan, ketenteraman, dan perlindungan seluruh masyarakat Kebalan Kulon.
-
Silaturahmi, mempererat tali persaudaraan agar tetap guyub dan rukun.
-
Pelestarian adat, menjaga budaya warisan leluhur agar tidak luntur oleh perkembangan zaman.
“Kami berharap melalui kegiatan ini masyarakat semakin kompak dan mampu menjaga nilai-nilai budaya lokal. Semangat gotong royong harus tetap hidup di tengah arus modernisasi,” ujar panitia penyelenggara.
Seluruh rangkaian acara, mulai dari pembacaan Sholawat Ishari hingga prosesi doa bersama, berlangsung tertib dan lancar. Antusiasme warga menunjukkan bahwa kecintaan terhadap tradisi serta penghormatan kepada leluhur masih tertanam kuat di hati masyarakat Kebalan Kulon.
Redaksi: Rohim
Editor: Mnd

Posting Komentar