TIKUNG, Media Edy Macan – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Futuh dalam gelaran Wisuda Khotmil Qur’an Bin Nadhri serta penyelesaian hafalan kitab-kitab monumental, yakni Alfiyah Ibnu Malik, Imrithi, dan Maqsud.
Puluhan santri resmi diwisuda setelah menuntaskan hafalan mereka dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan keilmuan para santri sebagai generasi mutafaqqih fiddin (mendalami ilmu agama).
Acara tersebut dihadiri jajaran masyayikh, tokoh masyarakat, wali santri, alumni, dewan guru, serta para muhibbin yang turut menyaksikan prosesi pemberian ijazah dan penghargaan kepada para wisudawan.
Ketua Alumni Ponpes Al-Futuh, Ust. Khoirul Yaqin, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas dedikasi para santri. Ia menegaskan bahwa metode menghafal nadhom (bait syair) merupakan salah satu kunci percepatan pemahaman ilmu dalam tradisi pesantren.
“Al-Qur’an adalah petunjuk hidup kita. Menghafal Kitab Alfiyah, Imrithi, dan Maqsud adalah bagian dari menjaga warisan ilmu. Dengan metode hafalan ini, santri lebih cepat memahami struktur keilmuan, sehingga ke depan lebih fasih dalam menyebarkan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” ujar Ust. Khoirul Yaqin.
Hadir pula dalam kesempatan tersebut HM Suhail, seorang alumni yang kini berkiprah di dunia profesional. Dalam testimoninya, ia memaparkan pentingnya penguasaan Alfiyah karya Imam Ibnu Malik sebagai fondasi ilmu alat (nahwu dan sharaf) di lingkungan pesantren.
Menurutnya, terdapat tiga tujuan utama dalam penguasaan kitab tersebut, yakni:
-
Sistematisasi Tata Bahasa – Membantu santri memahami kaidah nahwu dan sharaf secara terstruktur.
-
Efektivitas Hafalan – Format bait syair memudahkan santri mengingat kaidah bahasa Arab dalam jangka panjang.
-
Kemahiran Berbahasa – Menjadi dasar kuat dalam membaca kitab kuning, menulis, serta berbicara bahasa Arab dengan lebih fasih.
Wisuda ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan wujud komitmen pesantren dalam melahirkan generasi penjaga Al-Qur’an dan penerus dakwah berbasis tradisi keilmuan pesantren. Para wisudawan diharapkan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat dengan bekal ilmu yang telah dikuasai.
Dengan semangat menjaga sanad keilmuan dan tradisi hafalan, Ponpes Al-Futuh terus berikhtiar mencetak generasi berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat.
Selamat kepada para hafidz, hafidzah, dan para mujahid ilmu yang telah menuntaskan hafalannya. Semoga ilmu yang diraih membawa keberkahan dan kemaslahatan bagi umat.

Posting Komentar