Sosialisasi Penerapan Kompos dengan Metode Ember Bertumpuk di Desa Kelbung, Kecamatan Galis, Bangkalan


Bangkalan, Media Edy Macan || Kelompok 12 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sukses menggelar sosialisasi penerapan kompos dengan metode ember bertumpuk. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 11 Januari 2026, pukul 11.00 WIB, bertempat di rumah Bapak Mursidi selaku Carik Desa Kelbung, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Kelbung, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para petani dan warga Desa Kelbung. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara mahasiswa KKN Kelompok 12 UTM dengan Pemerintah Desa Kelbung.

KKN Kelompok 12 berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Safriudin Rifandi, S.T., M.Tr.T., dan diketuai oleh Farhan Jiddan Saros (NIM 220111100353). Adapun anggota kelompok terdiri dari Karimatul Millah Iroki, Siti Maltufah, Robert Ahmad Saputro, Infitahatun Nimah, Yusril Mahendra, Akmal Taufiq Ridho, Muhibbur Rido, Moch. Ariek Budianto, Adi Candra Prayoga, Yunita Putriani, Cici Alinta, Melkiardo Febrian Tagung, serta Dhanang Cahya Prabawa.

Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah ramah lingkungan. Pengelolaan sampah berbasis rumah tangga dinilai sebagai langkah strategis dalam mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA). Metode ember bertumpuk dipilih karena mudah diterapkan, tidak memerlukan lahan luas, serta memanfaatkan ember atau galon bekas yang banyak tersedia di rumah warga.

Metode ember bertumpuk merupakan teknik pengomposan skala rumah tangga yang menggunakan dua ember yang disusun secara vertikal dengan fungsi berbeda. Ember bagian atas berfungsi sebagai wadah pengomposan sampah organik, sedangkan ember bagian bawah digunakan sebagai penampung cairan hasil peruraian (lindi). Sistem ini dirancang sederhana, hemat tempat, serta mudah diterapkan tanpa memerlukan teknologi yang rumit.

Dalam proses pengomposan, alat dan bahan menjadi komponen penting penentu keberhasilan. Alat utama yang digunakan meliputi ember plastik, penutup ember, kran, serta alat pelubang seperti bor kecil. Sementara itu, bahan yang digunakan terdiri dari sampah organik basah dan sampah organik kering.

Kegiatan sosialisasi penerapan kompos dengan metode ember bertumpuk ini memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Kelbung. Warga memperoleh pemahaman serta keterampilan dalam mengolah limbah organik rumah tangga menjadi kompos secara mandiri dan berkelanjutan.

Metode ini dinilai praktis dan sesuai dengan kondisi masyarakat desa karena tidak membutuhkan lahan luas maupun peralatan yang kompleks. Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan mampu mempraktikkan pengomposan secara mandiri demi mendukung lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. (14/1/2026)

Redaksi: Aziz
Editor: Mnd

0/Post a Comment/Comments

Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Bisnis Anda
Logo Karya Tenda Logo Partner Baru Logo Imparsial News