Soroti Luka Parah di Tubuh Korban, Keluarga Almarhum Amin Minta Polda Jatim Ambil Alih Penanganan Kasus


SURABAYA, Media Edy Macan  — Keluarga besar almarhum Amin mendatangi Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) untuk mencari keadilan atas kematian Amin yang hingga kini dinilai penuh kejanggalan dan belum terungkap secara terang. Peristiwa kematian tersebut mencuat ke publik lantaran terjadi setelah almarhum sempat diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Bangkalan.

Pihak keluarga menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam peristiwa kematian Amin. Berdasarkan keterangan keluarga, ditemukan sejumlah luka pada tubuh almarhum yang hingga kini belum dijelaskan secara terbuka. Salah satu luka yang paling disoroti adalah luka parah di bagian belakang kepala yang diduga pecah, sehingga memunculkan dugaan adanya tindak kekerasan sebelum korban meninggal dunia.

“Kami sebagai keluarga tidak bisa diam. Ada luka-luka yang janggal, terutama di bagian kepala belakang almarhum. Ini harus dijelaskan secara terang. Nyawa adik kami tidak boleh hilang tanpa kejelasan dan tanggung jawab,” ujar Abu Nayak, kakak kandung almarhum Amin.

Atas dasar kejanggalan tersebut, keluarga besar almarhum Amin melalui kuasa hukumnya secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana pembunuhan kepada Kapolda Jawa Timur. Mereka juga meminta agar penanganan perkara ini diambil alih dan ditangani langsung oleh Polda Jawa Timur guna menjamin objektivitas, transparansi, serta independensi proses hukum.

Kuasa hukum keluarga menyampaikan bahwa kematian Amin tidak dapat dilepaskan dari proses penangkapan dan penanganan perkara yang dilakukan oleh aparat kepolisian di Polres Bangkalan. Pihak keluarga menduga adanya tindakan kekerasan dalam proses penangkapan maupun penguasaan fisik terhadap korban yang diduga berujung pada hilangnya nyawa Amin.

“Kami telah melaporkan secara resmi dugaan tindak pidana pembunuhan. Jika memang terdapat unsur pidana, siapa pun pelakunya harus diproses secara hukum tanpa pandang bulu. Kami meminta Kapolda Jawa Timur menindaklanjuti perkara ini secara serius dan tuntas,” tegas kuasa hukum keluarga.

Keluarga menegaskan bahwa langkah hukum yang ditempuh bukan untuk menyerang institusi kepolisian, melainkan sebagai upaya mencari kebenaran dan keadilan. Mereka berharap Polda Jawa Timur dapat membuka secara transparan apa yang sebenarnya terjadi, termasuk menjelaskan penyebab luka-luka fatal yang dialami almarhum.

“Kami hanya meminta kejelasan. Jika memang ada kesalahan atau kejahatan, harus ada pihak yang bertanggung jawab. Ini menyangkut nyawa manusia,” tambah Abu Nayak.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, tim media masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur guna memperoleh keterangan resmi terkait laporan dugaan tindak pidana tersebut. Namun, belum ada pernyataan resmi yang disampaikan kepada publik.

Tim media menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus ini serta melakukan konfirmasi lanjutan, seiring harapan keluarga agar Polda Jawa Timur bertindak secara profesional, transparan, dan akuntabel dalam mengungkap kebenaran di balik kematian almarhum Amin.

Redaksi: Aziz
Editor: Mnd

0/Post a Comment/Comments

Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Bisnis Anda
Logo Karya Tenda Logo Partner Baru Logo Imparsial News