Seorang Wartawan Diduga Dianiaya Oknum Ajudan Bupati Masinton Pasaribu Saat Konfirmasi di Rumah Dinas

 

Sumatera Utara,  Media Edy Macan – Dugaan tindak kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara. Seorang wartawan media online WartaPembaharuan.co.id, Marhamadan Tanjung, bersama seorang aktivis lingkungan hidup setempat, diduga menjadi korban penganiayaan saat melakukan tugas jurnalistik.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 29 Januari 2026, ketika kedua wartawan mendatangi Rumah Dinas Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, dengan maksud melakukan konfirmasi langsung terkait dugaan permasalahan Rumah Dinas Bupati.

Namun, dalam proses peliputan tersebut, situasi di lokasi diduga memanas hingga berujung pada tindakan kekerasan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, penganiayaan tersebut diduga dilakukan oleh beberapa oknum ajudan Bupati Masinton Pasaribu di area Rumah Dinas Bupati.

Akibat kejadian tersebut, kedua korban mengalami luka lebam dan memar di beberapa bagian tubuh sehingga harus dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Atas dugaan penganiayaan tersebut, kedua wartawan kemudian melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polres Tapanuli Tengah. Pihak Polres Tapanuli Tengah membenarkan adanya laporan pengaduan dari korban dan menyatakan bahwa kasus tersebut saat ini masih dalam tahap penyelidikan.

Kasus ini kembali menambah daftar panjang tindak kekerasan terhadap jurnalis dan wartawan, baik di Indonesia maupun di berbagai negara. Padahal, wartawan merupakan pilar keempat demokrasi dan telah dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Namun demikian, praktik penghambatan, intimidasi, hingga kekerasan fisik terhadap jurnalis masih kerap terjadi.

Sejumlah organisasi pers dan komunitas jurnalis menyayangkan keras dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum ajudan Bupati Tapanuli Tengah tersebut. Mereka mendesak aparat penegak hukum agar segera memproses kasus ini secara transparan dan profesional, guna memberikan rasa keadilan serta mencegah terulangnya kekerasan terhadap jurnalis di kemudian hari.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak ajudan Bupati maupun Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, terkait insiden tersebut. Upaya konfirmasi akan terus dilakukan oleh awak media guna memperoleh kejelasan dan transparansi atas peristiwa ini.

Redaksi: Juliadi
Editor: Mnd

0/Post a Comment/Comments

Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Bisnis Anda
Logo Karya Tenda Logo Partner Baru Logo Imparsial News