BANGKALAN, Media Edy Macan — Pelayanan kesehatan di Kabupaten Bangkalan, khususnya di Puskesmas Kecamatan Galis, menjadi sorotan publik. Sejumlah warga mengeluhkan pelayanan yang dinilai kurang optimal saat menjalani perawatan di fasilitas kesehatan tersebut.
Sorotan ini mencuat setelah beberapa media memberitakan dugaan adanya pasien yang mengalami indikasi penyakit tambahan usai mendapatkan perawatan di Puskesmas Galis. Pemberitaan tersebut kemudian mendapat respons luas dari warganet, yang turut membagikan pengalaman serupa melalui kolom komentar di media sosial Facebook.
Salah satu warganet dengan akun @Istiadah Tia Dah mengaku mengalami perlakuan kurang menyenangkan saat hendak melahirkan.
“Sama, pelayanan bidannya juga. Waktu saya mau lahiran, gara-gara infus tidak masuk-masuk, malah ngomel ke saya,” tulisnya dalam komentar, Jumat (9/1/2026).
Komentar serupa juga disampaikan oleh akun @Sikagaya, yang mengaku anaknya pernah dirawat di Puskesmas tersebut, namun justru disuruh pulang karena dianggap mengganggu ketenangan.
“Iya benar. Anak saya dirawat di situ, gara-gara nangis terus malah disuruh bawa pulang karena berisik dan perawatnya mau istirahat,” tulisnya.
Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, salah satu anggota DPRD Kabupaten Bangkalan dari Komisi IV menyampaikan melalui pesan WhatsApp bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut.
“Saya belum bisa menanggapi lebih jauh dulu, Bang. Namun ini sudah menjadi perhatian dan headline di Komisi IV. Dalam waktu dekat akan dilakukan mediasi antara Komisi IV, Dinas Kesehatan, dan pihak Puskesmas. Nanti akan saya informasikan kembali,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Puskesmas Galis maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan yang disampaikan masyarakat. Publik berharap adanya evaluasi dan perbaikan layanan agar pelayanan kesehatan dapat berjalan secara profesional dan humanis sesuai standar yang berlaku.

Posting Komentar