Peringati Harlah NU ke-103, Ranting NU Kebalan Pelang Gelar Pengajian Akbar Bersama KH. Marzuki Mustamar

 

Lamongan, Media Edy Macan — Semangat Nahdliyin tampak membara di Desa Kebalan Pelang dalam memperingati Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-103. Bertempat di kompleks Lembaga Pendidikan Ma’arif NU, yakni TK Alwardah XVI dan MI Tarbiyatul Athfal, Pengurus Ranting NU Kebalan Pelang menggelar rangkaian kegiatan keagamaan yang puncaknya dihadiri ribuan jamaah pada Minggu (25/01/2025).

Peringatan Harlah NU tersebut dirangkai dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan menghadirkan KH. Marzuki Mustamar, Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek, Malang, sebagai penceramah utama dalam Pengajian Akbar.

Rangkaian acara diawali dengan suasana penuh kekhusyukan melalui kirim doa untuk para leluhur serta tokoh masyarakat setempat. Nuansa religius semakin terasa saat ribuan jamaah bersama-sama melantunkan tahlil dan istighosah, menciptakan suasana yang khidmat dan sarat nilai spiritual.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus Ranting NU, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintahan desa. Kepala Desa Kebalan Pelang, H. Mustofa, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Selamat Harlah NU ke-103. Saya berpesan agar seluruh masyarakat Kebalan Pelang tetap teguh menjaga nilai-nilai ke-NU-an serta merawat tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah tantangan zaman,” ujar H. Mustofa.

Sementara itu, Ketua Panitia, H. Munif Ahmad, menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, Babinsa, aparat keamanan, serta pihak terkait yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut.

Dalam tausiyahnya, KH. Marzuki Mustamar menyampaikan pesan keagamaan secara lugas dan tegas. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan umat terhadap fenomena sosial yang mengatasnamakan agama namun menyimpang dari ajaran Islam yang benar.

KH. Marzuki mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang mengaku sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW, namun perilaku dan ajarannya tidak mencerminkan nilai-nilai syariat Islam.

  • Umat Islam diminta bersikap kritis terhadap oknum yang mengaku “habib” namun hanya mengejar kepentingan duniawi.

  • Pentingnya menjaga dan merujuk pada sanad keilmuan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

  • Tetap setia pada ajaran Islam yang moderat (wasathiyah), berakhlakul karimah, serta cinta tanah air.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin para kiai sepuh. Melalui momentum Harlah NU ke-103 ini, diharapkan warga NU, khususnya di Desa Kebalan Pelang, semakin solid, istiqamah, dan konsisten dalam menjalankan dakwah Islam yang damai serta berlandaskan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah.

Redaksi: Achwan
Editor: Mnd

0/Post a Comment/Comments

Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Bisnis Anda
Logo Karya Tenda Logo Partner Baru Logo Imparsial News