LAMONGAN, Media Edy Macan – Sebanyak delapan mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya sukses melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sumurgenuk, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut berlangsung selama hampir satu bulan, terhitung sejak 6 Januari hingga 2 Februari 2026.
Tim KKN UNAIR yang beranggotakan Afrisya, Joshu, Abyan, Aqila, Laura, Amel, Putri, dan Lativa ini mengusung berbagai program terintegrasi yang menyasar sektor pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta penguatan ekonomi masyarakat desa.
Di bidang pendidikan, mahasiswa UNAIR aktif memberikan pembelajaran interaktif Bahasa Inggris di SD Negeri 1 Sumurgenuk, SD Negeri 2 Sumurgenuk, serta MI Sumurgenuk. Selain meningkatkan kemampuan berbahasa asing, tim juga menanamkan edukasi lingkungan kepada siswa melalui kegiatan prakarya pembuatan celengan dari botol plastik bekas.
Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kreativitas anak sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah dan konsep zero waste sejak usia dini.
Pada sektor kesehatan, mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan Posyandu (Bunda Siaga) sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan ibu dan anak. Sebagai inovasi berkelanjutan, tim KKN menyusun buku resep olahan ikan yang memanfaatkan potensi pangan lokal.
Penyusunan buku resep tersebut bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dalam upaya pencegahan stunting serta meningkatkan kualitas gizi keluarga di Desa Sumurgenuk.
Inovasi lingkungan menjadi salah satu program unggulan KKN UNAIR di Desa Sumurgenuk. Beberapa program yang dijalankan di antaranya:
-
Cayabara, yakni pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi serta pemanfaatan bonggol jagung menjadi arang.
-
Altap, pembuatan alat tabur pupuk manual untuk membantu meningkatkan efisiensi kerja petani.
-
Gebyar Resik, kegiatan kerja bakti massal yang disertai pemberian tempat sampah berbahan ecobrick kepada warga.
Program-program tersebut mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan lingkungan sekaligus membuka peluang nilai ekonomi dari limbah rumah tangga.
Dalam upaya mendukung perekonomian desa, mahasiswa UNAIR juga melakukan pendampingan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pendampingan difokuskan pada digitalisasi pencatatan keuangan melalui aplikasi Kasirku, guna menggantikan sistem pembukuan manual agar lebih tertata dan transparan.
Selain itu, pelaku UMKM diberikan edukasi terkait pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar produk lokal.
Pelaksanaan KKN ini mendapat respons positif dari masyarakat Desa Sumurgenuk. Antusiasme siswa dalam belajar meningkat, pelaku UMKM mulai memahami pengelolaan keuangan berbasis digital, serta warga semakin menyadari potensi ekonomi dari limbah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN UNAIR. Program yang dijalankan sangat aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan desa. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” ujar salah satu perwakilan warga.
Melalui sinergi antara mahasiswa dan masyarakat, program KKN Universitas Airlangga di Desa Sumurgenuk menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi akademisi dan desa mampu menghadirkan solusi konkret bagi permasalahan lokal.

Posting Komentar