Bandung, Media Edy Macan — Polri melalui Detasemen K9 Unit SAR Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri melaksanakan apel kesiapan perbantuan penanganan bencana alam di wilayah hukum Polda Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran negara dan respons cepat Polri dalam misi kemanusiaan pascabencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Apel kesiapan dilaksanakan pada Minggu, 26 Januari 2026, pukul 15.00 WIB, bertempat di Markas Komando Ditpolsatwa, sebagai persiapan pelaksanaan tugas Bantuan Kendali Operasi (BKO) di bawah kendali Polda Jawa Barat.
Dalam operasi kemanusiaan tersebut, Den K9 SAR Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri mengerahkan 20 personel yang dipimpin oleh IPTU Erasmus selaku Ketua Tim K9. Personel didukung oleh tim dokter hewan (veteriner), para handler, pelindung, serta pengemudi. Kekuatan ini diperkuat dengan enam ekor satwa pelacak K9, yakni Walet, Ari, Rubin, Dasa, Gyra, dan Sita, yang memiliki keahlian utama dalam pencarian korban meninggal dunia (cadaver search).
Untuk menunjang mobilitas dan efektivitas di medan bencana, tim K9 SAR turut dilengkapi satu unit truk boks serta empat unit kendaraan khusus (ransus) Navara K9.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pengerahan Den K9 SAR merupakan langkah strategis Polri untuk mempercepat proses pencarian korban di lokasi longsor yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.
“Pengerahan Den K9 SAR ini merupakan bentuk keseriusan dan komitmen Polri dalam misi kemanusiaan. Seluruh sumber daya kami kerahkan secara maksimal, cepat, dan terukur agar proses pencarian korban dapat berjalan efektif, serta memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Kombes Pol. Hendra.
Berdasarkan data resmi Posko Utama dan Pos DVI hingga Minggu, 25 Januari 2026, pukul 16.35 WIB, dari total 105 laporan orang hilang, tim SAR gabungan telah mengevakuasi sebanyak 25 kantong jenazah, termasuk penambahan tiga jenazah utuh dari hasil pencarian terbaru.
Dari jumlah tersebut, 11 korban telah berhasil diidentifikasi, terdiri dari 10 jenazah utuh dan satu potongan tubuh. Korban yang telah teridentifikasi masing-masing atas nama Suryana (57), Jajang Tarta (35), Dadang Apung (60), Nining (40), Nurhayati (42), Lina Lismayanti (43), M. Kori (30) yang teridentifikasi dari potongan tubuh berupa tangan, Al Sumarni (35), Koswara (40), Koswara (26), dan Ayu Yuniarti (31). Sementara itu, 10 jenazah serta satu bagian tubuh lainnya masih dalam proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri melalui pemeriksaan post mortem dan ante mortem.
Kombes Pol. Hendra Rochmawan menegaskan bahwa Polri akan terus bersinergi dengan TNI, Basarnas, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, serta unsur relawan hingga seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi.
“Polri hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan. Ini merupakan wujud nyata Transformasi Polri Presisi yang humanis, responsif, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar seluruh personel SAR, TNI-Polri, tenaga medis, relawan, serta keluarga korban diberikan kekuatan, keselamatan, dan ketabahan selama proses kemanusiaan berlangsung. Hingga saat ini, operasi pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan dengan mengedepankan prinsip keselamatan personel serta ketelitian dalam setiap tahapan kegiatan.

Posting Komentar