Bangkalan, Media Edy Macan – Dalam upaya mendukung program swasembada daging nasional tahun 2026, Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan menggelar kegiatan pembentukan kelompok ternak baru di Desa Tanah Merah Laok dan Desa Keranggan Barat, Kecamatan Tanah Merah, Selasa (13/1/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat potensi peternakan kambing dan sapi Madura lokal, meningkatkan produktivitas ternak, serta memberdayakan masyarakat desa melalui pendekatan kelompok ternak yang terintegrasi.
Acara pembentukan kelompok ternak tersebut dihadiri langsung oleh petugas Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan, Fitriyani, S.Agr., yang memberikan arahan teknis dan motivasi kepada para peternak. Pembentukan kelompok dilaksanakan secara bertahap di masing-masing desa.
Di Desa Tanah Merah Laok, sebanyak 10 peternak lokal bermusyawarah membentuk kelompok ternak bernama “Bhejreh Ghunah”. Sementara itu, di Desa Keranggan Barat, 10 peternak lainnya membentuk kelompok ternak “Barokah Jaya”.
Selain Fitriyani, kegiatan ini juga dihadiri oleh Dian Eka Susanti, S.P., selaku petugas peternakan dan penyuluh pendamping senior dari Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan. Keduanya memfasilitasi musyawarah serta menyampaikan petunjuk teknis pembentukan kelompok sesuai dengan regulasi nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Fitriyani menekankan pentingnya program Upaya Khusus (Upsus) pengembangan kambing dan sapi Madura untuk meningkatkan populasi ternak dan kesejahteraan peternak.
Kegiatan ini sejalan dengan inisiatif Pemerintah Kabupaten Bangkalan dalam mengembangkan bibit unggul kambing dan sapi Madura, khususnya di wilayah Kecamatan Tanah Merah, sebagai bagian dari program nasional Kementerian Pertanian.
Ketua Barisan Nasional Pemuda Madura (BNPM) Kabupaten Bangkalan, Mahrum Tosin, menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam mengawal program tersebut hingga tuntas, baik di tingkat desa maupun kabupaten.
“Kami akan terus mengawal dan mendukung program ini agar benar-benar mampu mensejahterakan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Fitriyani juga memberikan pelatihan singkat kepada para peternak mengenai inseminasi buatan (IB) serta pengelolaan pakan silase guna mengoptimalkan produktivitas ternak. Pembentukan kelompok ternak ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan impor daging sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi desa.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan, H. Iskandar Ahadiyat, sebelumnya menyampaikan bahwa kelompok ternak memiliki regulasi tersendiri dan terpisah dari kelompok tani, sehingga masyarakat diperbolehkan membentuk kelompok ternak secara mandiri sesuai ketentuan yang berlaku.
Redaksi: Zal
Editor: Mnd

Posting Komentar