Tokoh Ormas dan Media Tegaskan: Kasus Viral Madas Ulah Oknum, Jangan Pecah Persatuan Antar Suku

 

BANGKALAN, Media Edy Macan – Sejumlah tokoh organisasi kemasyarakatan (ormas), LSM, kepala desa, serta insan pers menggelar pertemuan kebersamaan di Villa Bukit Hidayah, Dusun Laok Gunung, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan. Pertemuan tersebut digelar guna menyikapi isu viral yang mengatasnamakan ormas Madas dalam kasus Samuel, Yasin, dan Erlina (janda lanjut usia) yang terjadi di Surabaya.

Kegiatan ini dihadiri perwakilan dari Lembah Arasia, LSM Kabertana, IPPAMA, WIB, Harimau, perwakilan PMB, KPK Jatim, para kepala desa, tokoh masyarakat, serta pimpinan redaksi dan awak media.

Dalam pertemuan tersebut, H. Sholeh Abdi Jaya menegaskan bahwa persoalan yang viral di media sosial tersebut bukanlah persoalan sepele dan berpotensi memicu konflik antar suku apabila masyarakat mudah terprovokasi.

“Ini adalah ulah oknum dan tidak mewakili suku Madura. Jangan menyamakan ormas dengan suku. Madura dan Jawa adalah saudara. Jangan sampai kita diadu domba hingga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat serta insan pers agar tidak melakukan framing negatif terhadap orang Madura, serta menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut melalui jalur hukum yang berlaku.

Senada dengan hal tersebut, Bambang Hardoko selaku Ketua Lembah Arasia DPD Jawa Timur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali mengingat dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur para pendahulu.

“Kita mungkin tidak sedarah, tetapi kita bersaudara. Jangan biarkan provokasi memecah hubungan persaudaraan antara Madura dan Jawa,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan dari LSM WIB, IPPAMA, dan LSM Harimau menekankan pentingnya sikap kritis masyarakat terhadap informasi yang beredar di media sosial. Mereka menegaskan bahwa pihak yang mengatasnamakan ormas Madas dalam peristiwa tersebut adalah oknum, sehingga harus diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Pertemuan ini menghasilkan sikap bersama, yakni menolak segala bentuk provokasi, menghentikan potensi konflik horizontal, memisahkan identitas ormas dari identitas suku, serta menjaga persatuan, ketertiban, dan nilai-nilai kemanusiaan di atas segalanya.

Redaksi: Team
Editor: Mnd

0/Post a Comment/Comments

Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Bisnis Anda
Logo Karya Tenda Logo Partner Baru Logo Imparsial News