Sidoarjo, Media Edy Macan – Transparansi anggaran merupakan kewajiban yang harus diterapkan pemerintah dalam menjalankan setiap program kerja, mulai dari tahap awal hingga akhir pelaksanaan proyek, baik di tingkat pemerintah daerah maupun desa.
Kewajiban tersebut telah diatur jelas dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik serta Perpres Nomor 70 Tahun 2012 sebagai perubahan kedua atas Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Dengan demikian, apabila di lapangan terdapat proyek yang tidak dilengkapi dengan papan informasi, maka hal tersebut sudah melanggar aturan dan patut dicurigai tidak dilaksanakan sesuai prosedur, bahkan berpotensi adanya indikasi korupsi.
Terkait persoalan tersebut, tim media melakukan investigasi terhadap proyek normalisasi saluran pertanian di Desa Tulangan, tepatnya di depan TPST, yang diduga dikerjakan secara asal-asalan. Dalam pengecekan awal, proyek tersebut tidak memiliki papan informasi. Dua minggu kemudian papan informasi baru dipasang, namun tanpa mencantumkan besaran anggaran maupun sumber pendanaan, meski terdapat nama kontrak dan CV pelaksana. Hal ini terjadi pada Jumat (12/12/2025).
Belum diketahui apakah kondisi tersebut disebabkan kelalaian atau justru kesengajaan.
Pelaksanaan proyek plengsengan itu juga dinilai jauh dari standar teknis. Para pekerja tidak menggunakan alat bantu seperti molen untuk mengaduk semen, tidak ada penerapan K3 seperti rambu keselamatan maupun alat pelindung diri, serta tidak ada kisdam untuk mengeringkan dasar saluran. Bahkan pondasi tidak digali dan batu langsung disusun dalam kondisi tergenang air. Rekaman dan foto kondisi tersebut telah didokumentasikan tim media. Kepadatan pasangan batu juga terlihat kurang maksimal karena banyak ditemukan lubang atau kopong.
Dugaan sementara, kondisi ini terjadi karena pelaksana ingin mempercepat pekerjaan untuk mengejar target volume kubikasi demi kepentingan pribadi.
Untuk mendapatkan informasi yang lebih berimbang, wartawan Radar CNN dan Detik Peristiwa mencoba mengonfirmasi kepada para pekerja terkait keberadaan konsultan pengawas. Namun para pekerja mengaku tidak mengetahuinya dan menyatakan hanya bekerja atas perintah seseorang bernama Lukman.

Posting Komentar