Anggap Kapolda Jatim Tidak PRESISI, Perwakilan MADAS SEDARAH Walk Out dari Ruang Diskusi Ditintelkam


Surabaya, Media Edy Macan — Sekitar 500 anggota dan pengurus Ormas MADAS SEDARAH melakukan aksi di Mapolda Jawa Timur untuk menyuarakan tuntutan pencopotan Kapolres Tuban, AKBP Williem Tanasale, S.I.K., Kasat Reskrim, dan Kanit Jatanras Polres Tuban. Tuntutan ini terkait dugaan salah tangkap, pemaksaan pengakuan dengan kekerasan fisik, dan dugaan pemerasan, Jumat (5/12/2025).

Ratusan demonstran yang berasal dari perwakilan 3 DPC Madura, serta DPC Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, Tuban, Lamongan, Surabaya, dan DPAC se-Surabaya datang menggunakan sekitar 100 unit mobil operasional dan 5 ambulans MADAS SEDARAH.

Ketua Umum MADAS SEDARAH, Moh. Taufik, S.I.Kom., SH., MH., dalam orasinya menuntut Kapolri dan Kapolda Jatim mengambil langkah konkrit dengan membentuk Pansus penanganan perkara ini.
"Jika kurang bukti, kami siap membantu membuktikan, dan bila terbukti, segera copot Kapolres, Kasat Reskrim, dan Kanit Jatanras Polres Tuban," tegas Taufik.

Perwakilan MADAS SEDARAH yang hadir antara lain Ketua Umum Moh. Taufik, Sekretaris Umum Yasin, Amd.Farm., Ketua LPK MADAS H. Nurul Huda, Ketua Srikandi MADAS Florencia, SH., Ketua LBH-MADAS, Ketua DPD Jatim Nurul Hidayat, SH., Sahri (Korlap aksi sekaligus Ketua DPC Surabaya), serta sejumlah penasihat. Aspirasi mereka diterima oleh Direktur Ditintelkam Kombes Pol. Nanang Juni Mawanto, S.I.K., Direktur Ditreskrimum Kombes Pol. Widi Atmoko, S.I.K., M.H., dan Kabid Propam Polda Jatim.

Dalam diskusi, Ketua Umum MADAS SEDARAH Bung Taufik mempertanyakan sikap Kapolda Jatim yang disebut alergi dan enggan menemui ormas MADAS SEDARAH. Sekum MADAS, Yasin, juga mempertanyakan implementasi sumpah Satya Haprabu Kapolda Jatim terhadap perintah PRESISI Kapolri, yang menekankan pendekatan prediktif, responsif, dan komunikasi yang baik dengan ormas untuk meminimalisir gesekan.

Merasa tidak mendapatkan jawaban memadai, ketua umum dan sekretaris umum MADAS SEDARAH memutuskan untuk walk out dari ruang diskusi.
"Aksi ini tidak perlu terjadi bila Kapolda dan Direktur Intelkam Polda Jatim memberi ruang yang cukup kepada organisasi dalam membangun sinergitas dan komunikasi, bukan mengedepankan mindset ego sektoral. Perintah PRESISI Kapolri jelas menekankan pendekatan pemolisian yang prediktif," ujar Yasin.

Dalam wawancara, Yasin menambahkan bahwa ego sektoral Kapolda Jatim saat ini dianggap kontraproduktif. MADAS SEDARAH berencana memobilisasi anggota dari DPD DKI, Jawa Barat, dan Banten untuk melakukan aksi di Mabes Polri serta kantor sesepuh Madura, termasuk Mahfud MD dan Jimly Asshiddiqie di Komisi Percepatan Reformasi Polri.

"MADAS SEDARAH siap mendukung Presiden Prabowo dengan Asta Citanya dan Kapolri Sigit Listyo dengan konsep PRESISI untuk membangun bangsa di atas kebenaran. Kembalikan kepercayaan publik atas Polri yang saat ini berada di level terendah dibanding APH lainnya, dan segera copot oknum pejabat yang merusak nama baik Polri," tutup Yasin.

Redaksi: Asis
Editor: Mnd

0/Post a Comment/Comments

Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Bisnis Anda
Logo Karya Tenda Logo Partner Baru Logo Imparsial News