Setiap Hari Karyawan Pertaruhkan Nyawa di Jalan Tambak Sawah, Pemerintah dan Pengusaha Dinilai Tutup Mata atas Krisis Keselamatan Pekerja


Sidoarjo, Media Edy Macan  Setiap hari, ratusan hingga ribuan karyawan yang melintas di Jalan Tambak Sawah, Waru, Sidoarjo, seperti sedang mempertaruhkan nyawa hanya untuk bisa tiba di tempat kerja. Jalan yang menjadi satu-satunya akses menuju deretan pabrik besar tersebut kembali menelan korban. Hampir setiap hari ada pekerja yang terpeleset, terperosok, atau terjatuh akibat kondisi jalan yang rusak parah dan licin.

Pemandangan perempuan pekerja, ibu-ibu yang berangkat pagi buta demi menafkahi keluarga, jatuh tersungkur di jalan berlubang dan tergenang menjadi hal yang begitu miris dan menyayat hati. Namun ironisnya, kondisi ini seperti dibiarkan begitu saja.

Deretan pabrik dengan omzet miliaran rupiah per hari—yang menikmati tenaga dan keringat para pekerja yang melintasi jalan ini—seolah menutup mata. Tidak ada inisiatif perbaikan jalan, tidak ada kepedulian kolektif, sementara para karyawan setiap hari dipaksa berjudi dengan keselamatan.

Lebih parah lagi, jalan sempit yang rusak ini juga dilewati kontainer-kontainer bermuatan berat yang jelas tidak seimbang dengan kondisi jalan. Selain itu, banyak saluran irigasi yang ditutup atau diabaikan karena pelebaran pabrik maupun pembangunan taman, yang semakin membuat air meluap dan jalan makin rusak.

Warga dan pekerja mempertanyakan: sampai kapan keselamatan mereka diabaikan?
Apakah harus menunggu ada korban jiwa dulu baru pemerintah daerah bergerak?

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo diminta turun tangan segera. Bupati Sidoarjo dan bahkan Gubernur Jawa Timur sudah saatnya membuka mata terhadap fakta bahwa akses ini adalah nadi ekonomi daerah. Tidak ada gunanya berbicara soal investasi, industrialisasi, dan peningkatan ekonomi, jika akses dasar menuju kawasan industri saja tidak layak dan membahayakan masyarakat.

Jalan Tambak Sawah bukan sekadar rusak — ini darurat keselamatan publik.
Setiap hari ada korban, setiap hari ada karyawan yang pulang dalam kondisi luka, setiap hari ada nyawa yang dipertaruhkan.

Warga berharap pemerintah segera meninjau lokasi dan menegur keras perusahaan-perusahaan yang selama ini tidak menunjukkan tanggung jawab sosialnya. Jangan sampai kelalaian ini berubah menjadi tragedi yang seharusnya bisa dicegah.

Redaksi: Saiful
Editor: Mnd

0/Post a Comment/Comments

Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Bisnis Anda
Logo Karya Tenda Logo Partner Baru Logo Imparsial News