Media Radar CNN dan LSM GEMPAR Sidoarjo Datangi Cabang Dinas Pendidikan Pertanyakan Kasus Pengeluaran Siswa SMAN 1 Taman yang Belum Juga Dijelaskan

 

Sidoarjo, Media Edy Macan – LSM GEMPAR DPD Sidoarjo yang dipimpin Agus Harianto, SH, bersama sejumlah anggota dan awak media Radar CNN, mendatangi kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Sidoarjo pada Kamis (27/11/2025). Kedatangan mereka bertujuan meminta klarifikasi terkait kasus seorang siswa SMAN 1 Taman yang dikeluarkan dari sekolah namun hingga kini belum ada penjelasan resmi baik kepada orang tua, media, maupun lembaga masyarakat.

Namun upaya bertemu langsung dengan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo, Kiswanto, tidak membuahkan hasil. Menurut keterangan staf, yang bersangkutan sedang berada di Surabaya. Rombongan LSM GEMPAR dan tim Radar CNN akhirnya hanya diterima oleh staf pelayanan kantor tersebut.

Salah satu staf menjelaskan bahwa setiap audiensi atau pengaduan harus diawali dengan surat permohonan resmi.
Ada keperluan apa Bapak Ibu datang ke sini?” tanya staf tersebut. Setelah maksud kedatangan dijelaskan, staf kembali menegaskan bahwa prosedur pengaduan mensyaratkan surat permohonan terlebih dahulu yang kemudian akan diteruskan kepada Kepala Cabang Dinas.

Tim investigasi Radar CNN menilai aturan baru tersebut sangat disayangkan. Kebijakan yang mewajibkan surat permohonan dinilai bertentangan dengan prinsip pelayanan publik yang cepat, terbuka, dan mudah diakses masyarakat.

Korwil pendidikan adalah lembaga yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Tidak seharusnya akses komunikasi dipersulit dengan birokrasi berlapis. Aturan ini bisa menghambat transparansi dan memperlambat proses pengawasan publik,” tegas Saiful dari tim investigasi Radar CNN.

Ia menambahkan bahwa persoalan pendidikan seringkali membutuhkan respons cepat dan ruang dialog terbuka, terutama dalam kasus sensitif yang menyangkut masa depan peserta didik.

Kedatangan investigasi Radar CNN juga terkait dugaan tidak transparannya pihak SMAN 1 Taman dalam menangani kasus seorang siswa berinisial F yang dikeluarkan dari sekolah tersebut.

Orang tua siswa, yang identitasnya disamarkan, mengaku kecewa atas sikap pihak sekolah yang dinilai menutup informasi.

Anak saya tiba-tiba dikeluarkan, alasannya tidak jelas, dan pemanggilannya sangat mendadak. Kami tidak diberi kesempatan membela diri atau mencari solusi yang lebih mendidik,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pihak sekolah, khususnya Kepala Sekolah dan bagian Humas, terkesan menghindar saat dimintai penjelasan resmi secara tertulis.
Ini bukan sikap yang mencerminkan sekolah negeri unggulan,” tambahnya.

Radar CNN menilai ketertutupan informasi ini merupakan catatan serius dalam tata kelola sekolah negeri yang seharusnya menjunjung transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan publik.

Agus Harianto menegaskan bahwa LSM GEMPAR akan terus mengawal kasus ini dan mendorong Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur serta Cabang Dinas Wilayah Sidoarjo untuk membuka ruang audiensi secara profesional dan responsif.

Ia berharap Korwil Pendidikan segera memberikan klarifikasi resmi terhadap tiga hal utama:

  1. Proses dan dasar dikeluarkannya siswa SMAN 1 Taman.

  2. Dugaan kurangnya komunikasi antara sekolah dan orang tua siswa.

  3. Tertutupnya akses media serta lembaga kontrol masyarakat terhadap informasi publik pendidikan.

Radar CNN menyatakan akan mengirimkan surat resmi sesuai prosedur dan siap menindaklanjuti hingga pihak berwenang memberikan penjelasan terbuka kepada publik.

Redaksi: Saiful
Editor: Mnd

0/Post a Comment/Comments

Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Bisnis Anda
Logo Karya Tenda Logo Partner Baru Logo Imparsial News