DPD LSM GEMPAR Sidoarjo Bersama OBN Gelar Khitan Massal dan Santunan Janda Tidak Mampu

 

Sidoarjo,  Media Edy Macan Suasana pagi yang hangat berubah menjadi penuh haru dan kebahagiaan ketika Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Swadaya Masyarakat Generasi Muda Peduli Aspirasi Masyarakat (LSM GEMPAR) bekerja sama dengan OBN (Offroader Bersatu Nusantara) menggelar kegiatan khitanan massal dan santunan bagi janda tidak mampu.
Bertempat di Sekretariat DPD LSM GEMPAR Sidoarjo, Jalan Diponegoro, Kecamatan Wonoayu, kegiatan sosial ini menjadi bukti nyata bahwa perjuangan sosial tidak selalu harus dilakukan dengan teriakan di jalan, melainkan juga melalui tindakan nyata yang langsung menyentuh hati masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Agus Hariyanto, S.H., sosok yang dikenal tegas namun berjiwa empati, DPD LSM GEMPAR menunjukkan bahwa lembaga sosial dapat menjadi garda depan dalam memperjuangkan aspirasi rakyat sekaligus menebarkan kepedulian di tengah tantangan zaman.

Sejak pagi, puluhan anak dari keluarga kurang mampu telah datang bersama orang tua mereka. Sebagian tampak gugup menunggu giliran dikhitan, namun suasana cair dan penuh tawa berkat pendekatan hangat para relawan dan tenaga medis.
Kegiatan ini juga diramaikan oleh kehadiran tokoh masyarakat, pemuda, dan komunitas otomotif dari OBN serta IMI. Beberapa di antaranya adalah Mulyadi (Ketua OBN) beserta jajaran pengurus lain yang turut memberikan dukungan moril dan bantuan logistik bagi kelancaran acara.

Para anggota IMI dan OBN bahkan ikut membantu mengatur antrean dan mendampingi anak-anak yang baru selesai dikhitan. Solidaritas lintas komunitas tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian sosial tidak mengenal batas profesi maupun latar belakang.

“Kami dari komunitas otomotif (OBN & IMI) sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. DPD LSM GEMPAR Sidoarjo tidak hanya berbicara tentang perubahan, tetapi benar-benar melakukan sesuatu untuk masyarakat. Ini langkah konkret yang patut ditiru,” ungkap Mulyadi, Ketua OBN.

Dalam sambutannya, Agus Hariyanto, S.H. menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi panggilan nurani dari sebuah lembaga yang lahir dari rakyat dan berjuang untuk rakyat.

“GEMPAR dibentuk bukan untuk mencari nama atau keuntungan. Kami hadir sebagai bagian dari masyarakat, yang merasakan langsung denyut kesulitan di lapangan. Khitanan massal dan santunan ini adalah langkah kecil, tetapi kami ingin memberi makna besar,” ujarnya penuh ketulusan.

Sebanyak 39 anak dari keluarga kurang mampu mengikuti khitanan massal secara gratis. Mereka juga menerima bingkisan berupa alat sekolah, sarung, dan uang saku.
Selain itu, 50 janda tidak mampu mendapatkan bantuan paket sembako dan santunan tunai dari DPD LSM GEMPAR Sidoarjo.

Salah satu penerima santunan, Ibu Suparmi (90 tahun), tak kuasa menahan haru saat menerima bantuan.

“Sudah lama saya tidak mendapat bantuan seperti ini. Terima kasih untuk LSM GEMPAR, semoga diberi panjang umur dan rezeki. Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang hidup sendiri,” tuturnya sambil menitikkan air mata.

Kegiatan ini terselenggara berkat semangat gotong royong antara pengurus DPD LSM GEMPAR, relawan muda, serta dukungan dari berbagai elemen masyarakat.
Tenaga medis dari puskesmas setempat juga turut berpartisipasi secara sukarela, memastikan proses khitan berjalan aman dan nyaman.

Ketua panitia kegiatan mengungkapkan bahwa aksi sosial seperti ini akan menjadi agenda rutin lembaganya.

“Ini bukan kegiatan terakhir. Kami ingin menjadikan kegiatan sosial sebagai budaya organisasi. Ke depan, GEMPAR akan turun langsung ke desa-desa untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Selama acara berlangsung, suasana terasa hangat dan penuh kekeluargaan. Setelah anak-anak selesai dikhitan, panitia menggelar doa bersama sebagai ungkapan syukur. Banyak warga yang datang hanya untuk memberi dukungan, membuktikan bahwa solidaritas masih hidup di tengah masyarakat sederhana.

LSM GEMPAR yang berdiri dengan semangat Generasi Muda Peduli Aspirasi Masyarakat bukanlah organisasi baru di dunia sosial.
Di bawah komando Agus Hariyanto, S.H., lembaga ini aktif melakukan berbagai kegiatan advokasi masyarakat, pendampingan hukum, serta aksi kemanusiaan di berbagai daerah.

Selain menjadi jembatan antara masyarakat kecil dan lembaga pemerintahan, GEMPAR juga menaruh perhatian besar terhadap masalah kemiskinan dan ketimpangan sosial.

“Kami ingin melahirkan generasi muda yang tidak hanya kritis, tetapi juga peka terhadap penderitaan orang lain. Inilah bentuk perjuangan kami: turun ke lapangan, menyentuh hati rakyat, bukan sekadar menulis laporan,” tegas Agus.

Kegiatan ini menjadi potret kecil dari semangat besar DPD LSM GEMPAR Sidoarjo untuk membangun masyarakat yang peduli, tangguh, dan bersatu.
Nilai-nilai kemanusiaan yang ditanamkan melalui kegiatan sosial ini menjadi energi moral bagi para anggota organisasi untuk terus bergerak tanpa pamrih.

“Kami ini pejuang tanpa seragam. Kami tidak mencari pangkat, tetapi makna dari setiap langkah. GEMPAR akan terus hadir di tengah rakyat, dengan nurani dan semangat pengabdian,” ujar Agus menutup sambutannya.

Acara ditutup dengan doa bersama dan pembagian hadiah kepada peserta khitan, diiringi ucapan syukur serta harapan agar kegiatan semacam ini terus berlanjut di masa depan.
Tepuk tangan meriah menandai akhir acara — simbol kecil dari rasa syukur dan bahagia masyarakat yang kembali merasakan hadirnya tangan-tangan yang peduli.

Dengan semangat kemanusiaan dan keberanian sosial, DPD LSM GEMPAR Sidoarjo membuktikan bahwa perjuangan bukan hanya milik mereka yang berdiri di mimbar, melainkan milik siapa pun yang mau turun tangan membantu sesama.
Mereka bukan sekadar nama, melainkan gerakan nyata — dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Redaksi: Team
Editor: Mnd

0/Post a Comment/Comments

Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Bisnis Anda
Logo Karya Tenda Logo Partner Baru Logo Imparsial News