Kabupaten Tangerang, Media Edy Macan — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Banten Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Perjuangan Anak Negeri (YLPK PERARI), Zarkasih, SH, melontarkan kritik keras terkait dugaan penyimpangan anggaran dalam proyek penataan halaman SDN Ranca Buaya 1, Kecamatan Jambe.
Menurut Zarkasih, proyek yang semestinya menjadi bentuk peningkatan fasilitas pendidikan justru diduga kuat menjadi ajang praktik mark-up anggaran dan dikerjakan dengan kualitas konstruksi yang meresahkan.
“Ketidakberesan proyek ini terlihat jelas di lapangan. Yang paling mengkhawatirkan adalah kondisi pagar sekolah yang baru dibangun,” ujarnya.
Zarkasih menjelaskan bahwa pagar tersebut tampak miring dan tidak kokoh. Ia menilai hal ini terjadi karena kontraktor diduga mengabaikan prosedur penting, seperti pembongkaran total fondasi lama yang sudah rusak dan tidak layak digunakan kembali.
“Metode kerja yang ceroboh, tidak profesional, dan terkesan dikerjakan secara terburu-buru memperkuat dugaan adanya penggelembungan anggaran yang sistematis dan terstruktur,” tegasnya.
Ia juga menyoroti indikasi penyalahgunaan anggaran pendidikan yang menurutnya telah dikemas sedemikian rupa untuk menghasilkan keuntungan pribadi, dengan mengorbankan kualitas bangunan dan keselamatan ratusan siswa SDN Ranca Buaya 1.
Dalam pernyataannya, Zarkasih menyinggung lemahnya pengawasan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang. Ia menduga proyek tersebut dikerjakan tanpa kehadiran pengawas teknis di lapangan, sehingga kualitas pekerjaan menjadi jauh dari standar.
“Ini menjadi noda hitam bagi komitmen Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang. Lemahnya pengawasan yang berujung pada nihilnya pengawas teknis di lapangan adalah akar dari amburadulnya pekerjaan ini,” pungkasnya.
Redaksi: Arif
Editor: Mnd


Posting Komentar